Kitab ini diturunkan pada Nabi Isa a.s dalam bahasa Yahudi Kuno (Ibrani).
Kitab pertama yang asli telah dimusnahkan oleh Paulus dari pihak Gereja
Pauline pada 325 M. Semua naskah Injil yang bertentangan dengan Injil
resmi kerajaan Romawi saat itu dibakar. Siapa saja yang memiliki salinan
naskah asli dihukum mati. Kitab Injil tertua saat ini ada dalam bahasa
Yunani Kuno, bukan Yahudi kuno (Ibrani).
Terdiri dari :
Kitab Perjanjian Lama (Old Testament) yang berisi Taurat dan Zabur
Kitab Perjanjian Baru (New Testament) yang berisi Injil Markus, Matius,
Lukas dan Yahya, perkataan Nabi Isa dan surat pendakwah (Paulus)
Siapakah Yang Menulis Injil.Di dalam kitab Injil terdapat 2 bagian yaitu
Kitab Perjanjian Lama dan Kitab Perjanjian Baru. Namun begitu Umat
Kristian melarang penganutan terhadap Kitab Perjanjian Lama. Sebelum
diadakan usaha-usaha membentuk kitab Perjanjian Baru, kitab Injil
terdiri daripada 75 bab / surah. Surah ini dikarang oleh perseorangan
atau kumpulan pendeta. Inilah yang menyebabkan kitab tersebut mengandung
banyak pertentangan dan perbedaan yang serius dan nyata.
Pengumpul-pengumpul kitab tersebut juga tidak hidup semasa zaman Nabi
Isa atau tatkala Nabi Isa masih hidup. Kebanyakan mereka lahir selepas
20-40 tahun setelah peristiwa penyaliban.Kitab Perjanjian Baru ini baru
ada semasa persidangan Nicea pada tahun 325 M di mana semua ketua gereja
berkumpul untuk menentukan kembali isi kitab Injil. Sejumlah 27 risalah
saja dari sekian banyak risalah ditentukan sebagai yang betul, setelah
itu 27 risalah ini dijilidkan menjadi kitab Perjanjian Baru.
Kitab perjanjian ini terdiri dari sejarah dan pelajaran. Bagian sejarah
terkandung dalam Injil Matius, Markus, Lukas dan Yahya. Sementara bagian
pelajaran terdiri dari 21 risalah yaitu : 14 risalah Paulus, 3 risalah
Yahya, 2 risalah Petrus, 1 Yakub dan Yahuda.
Injil Matius
Nama Injil Matius diambil dari nama pendeta Matius dari gereja
Alexandria Mesir dalam bahasa Hebrew. Beliau dipercayai sebagai orang
pertama yang menghasilkan risalah kandungan sejarah. Hasil karangan
Matius ini dikarang 20 – 27 tahun setelah Nabi Isa tiada. Bahkan kitab
asli karangan Matius sendiri telah hilang, ini diakui sendiri oleh umat
Kristian. Setelah itu injil dalam Bahasa Yunani dijumpai, dan dikatakan
sebagai Injil karangan Matius. Banyak tokoh Kristian menolak pendapat
bahwa Injil ini merupakan karangan Matius, tetapi sebaliknya merupakan
karangan gurunya, Petrus.
Injil Lukas
Injil Lukas diambil dari nama pendeta Lukas dari tahun 25 – 30 M. Beliau
juga tidak pernah bertemu Nabi Isa. Banyak tokoh Kristian sendiri
mengakui bahwa Injil karangan Lukas merupakan fakta palsu yang bukan
merupakan ajaran Nabi Isa. Sebenarnya beliau mengarang injil ini
disebabkan tekanan gereja waktu itu. Begitu juga dengan Markus dan
Yahya. Kesemuanya tidak pernah hidup sezaman dengan Nabi Isa.
Injil Yahya
Kitab Injil Yahya diambil dari nama pendeta Yahya atau lebih dikenal
sebagai Yohanes. Beliau merupakan putera saudara perempuan Maryam yaitu
ibu Nabi Isa. Yahya mengarang injilnya dalam bahasa Yunani antara tahun
45 – 65 M. Banyak pendeta meragukan kandungan Injil Yohanes ini. Bahkan
Encyclopedia Britanica menegaskan bahwa Injil yahya tidak syak lagi di
karang oleh seorang mahasiswa Institusi Iskandariah dan bukannya
karangan Yahya.
Persoalan mengapa di dalamnya berisi Taurat juga tidak dapat di jawab
dengan pasti dan tepat. Ini mungkin juga merupakan bukti bahwa orang
Yahudi selalu ingin memalsukan fakta Injil asli, karena bagi mereka,
Yahudi, mereka senang bila dapat menyesatkan kaum Kristian dari ajaran
asli Nabi Isa, dan mereka berhasil.
Persidangan Nicea
Menurut perkiraan para ahli sejarah, kitab Injil yang masih asli belum
diikuti campur tangan para pendeta, masih ada hingga 325 M. Setelah
tahun 325 M, kitab ini mulai dinodai oleh Raja Konstantin Roma pada
Persidangan Nicea. Karena semasa persidangan ini terdapat perdebatan dan
pertentangan pendapat mengenai ketuhanan dan kenabian Isa, perdebatan
dalam ajaran pokok, akidahnya. Satu pendapat (Golongan Arius) mengatakan
bahwa Nabi Isa hanyalah seorang manusia dan Nabi yang membawa ajaran
agama dari Tuhan. Satu pihak lagi mengatakan bahwa Nabi Isa ialah “anak
Tuhan”.
Pendapat tentang Isa “anak tuhan” ini didukung oleh pihak gereja dari
Alexandria yang diketuai oleh penolong Bishop Iskandariah bernama
Athanasius.
Raja Konstantin mempunyai niat tersirat untuk campur tangan dalam hal
agama, demi menjaga hak politiknya agar tidak jatuh ke tangan orang
lain. Semasa persidangan tersebut, sebanyak 2048 orang Uskup telah hadir
untuk membincangkan perselisihan pendapat mengenai Nabi Isa.
Sebanyak 1730 orang telah setuju bahwa Nabi Isa adalah seorang manusia
biasa yang diutus Allah, 318 orang mengatakan bahwa Isa ialah Anak
Tuhan. Walau bagaimanapun majoritas pendapat ini ditolak mentah-mentah
Raja Konstantin dan mengambil pendapat minoritas, yaitu Nabi Isa adalah
seorang anak Tuhan.
Arius ketua pendukung bahwa Nabi Isa bukan anak Tuhan.
Arius (250-336 M) adalah salah seorang murid utama Lucian berbangsa
Libya yang juga bersama-sama dengan gurunya menegakkan ajaran Tauhid
kepada Allah, Arius merupakan seorang presbyter (ketua majelis agama
/gereja) digereja Baucalis Alexandria, salah satu gereja tertua dan
terpenting di kota itu pada tahun 318 M.
Sejak mangkatnya Lucian pada tahun 312 M ditangan orang-orang gereja
Paulus, perlawanan Arius terhadap doktrin Trinity semakin memuncak, dan
dalam perjuangannya ini, Arius mendapatkan dukungan dua orang saudara
Kaisar Constantin yang bernama Constantina dan Licunes.
Arius dianggap sebagai seorang pemberontak Trinity dengan mendasarkan
teori:
“Jika Jesus itu benar-benar anak Tuhan atau Tuhan itu sendiri, maka Bapa
harus ada lebih dahulu. Oleh karena itu harus ada “masa” sebelum adanya
anak. Artinya anak adalah makhluk. Maka anak itu pun tidak selamanya
ada atau tidak abadi. Sedangkan Tuhan yang sebenarnya haruslah abadi,
berarti Jesus tidaklah sama dengan Tuhan.“
Atas pandangan Arius tersebut, sebanyak 100 orang pendeta Mesir dan
Libya berkumpul untuk mendengar pandangan Arius. Pada waktu inilah juga
Arius mengemukakan kembali pendangannya :
“Ada masa sebelum adanya Jesus, sedangkan Tuhan sudah ada sebelumnya.
Jesus ada kemudian, dan Jesus hanyalah makhluk biasa yang bisa binasa
seperti makhluk-makhluk lainnya. Tetapi Tuhan tidak mungkin binasa.”
Arius memperkuat pendapatnya dengan sejumlah ayat-ayat Bible seperti
Yohanes 14:8, “Bapa lebih besar daripada Jesus”; Seandainya kita
mengakui bahwa Jesus adalah sama dengan Tuhan, maka kita harus menolak
kebenaran ayat Yohanes tersebut.
Pendapat Arius ini secara sederhana dapat dijelaskan sebagai berikut :
„Jika Jesus memang “anak Tuhan”, maka akan segera disertai pengertian
bahwa “Bapak Tuhan” haruslah ada terlebih dahulu sebelum adanya sang
“Anak”.
Oleh sebab itu tentulah akan terdapat jurang waktu ketika “Anak” belum
ada. Oleh karena, “Anak” adalah makhluk yang tersusun dari sebuah
“esensi” atau makhluk yang tidak selalu ada. Dan Tuhan merupakan suatu
zat yang bersifat mutlak, kekal, tidak terlihat dan berkuasa, maka Jesus
tidak mungkin bisa menjadi sifat yang sama sebagaimana sifat Tuhan.
Argumen Arius ini tidak dapat dilawan lagi, maka mulai tahun 321 M Arius
dikenal sebagai seorang presbyter pembangkang. Ia mendapat banyak
dukungan dari Uskup-uskup daerah Timur. Hal ini membuat Alexandria (yang
pernah menghukum mati Origen tahun 250 M) menjadi semakin marah.
Arius pula orangnya yang sangat menentang keras keputusan Nicea pada
tahun 325 M, sehingga senantiasa mendapatkan tantangan dari orang-orang
gereja Paulus. Pada tahun 336 Arius dibunuh di Constantinopel dalam satu
muslihat yang licik.
Setelah pembunuhan ini segala usaha menentang trinitas dilawan
habis-habisan. Naskah Injil diseragamkan. Naskah yang tidak sama dengan
pihak Gereja Pauline dimusnahkan, dihapuskan di bumi Kerajaan Romawi.
Inilah sejarah awal tersesatnya ajaran Kristian.
Mengenai Bible (2)
Dalam persidangan Nicea, beberapa Doktrin diperkenalkan, diantaranya
Doktrin Trinitas dan Doktrin Penebusan Dosa. Konsep Trinitas sebenarnya
telah direka oleh Athanasius, seorang pegawai Gereja Mesir dari
Iskandariah, diterima oleh Majelis Nicaea pada 325 M.
Konsep Trinity [KeEsaan Tiga] ini serupa filsafat Plato, kepercayaan
Yunani, ‘Neo – Platonisme” yang mempercayai “Tiga Kekuatan”. Kemungkinan
doktrin trinitas tertulari kepercayaan Yunani kuno ini. Trinity yang di
pelopori oleh Paulus merupakan ajaran agama Yunani- Romawi, yaitu
kerajaan yang berkuasa di Rom pada masa itu. Jadi paham trinitas dari
Katolik Roma atau pun aliran kristen yang lain jelas merupakan hasil
proses masuknya ajaran lain dalam ajaran Isa, dan bukannya ajaran asli
Nabi Isa sendiri !.
Begitu juga dengan Dokrin Penghapusan Dosa yang dipelopori Gereja
Alexandria di mana mereka mengatakan bahwa Nabi Isa telah disalib demi
tujuan menyelamatkan seluruh umat manusia. Ajaran ini juga jelas hasil
proses masuknya ajaran agama romawi Kuno. Hari Minggu yang dianggap hari
Suci bagi agama Kristian merupakan hasil pengaruh daripada Kepercayaan
ini dan tanggal 25 Desember yang diperingati sebagai Natal, Sebenarnya
merupakan tanggal kelahiran tuhan Matahari mereka yaitu “Mithra” dan
jelas bukan tanggal lahir Nabi Isa.
Mulai tahun 1582 di Rheims, Bible diterjemahkan dari bahasa Latin
berdasarkan Bible Versi Tyndale. (Yang digunakan Gereja Katolik Rom)
juga dikenali sebagai Roman Katolik Version. Ini merupakan versi bible
yang tertua yang dikenal.
Sejak itu sebanyak 4 kali terjemahan telah dibuat. Pada tahun 1611 King
James I telah memerintahkan supaya dilakukan penulisan ulang karena
terdapatnya pertentangan yang meragukan. Versi penulisan ulang ini kini
dinamakan King James Version (KJV) yaitu dengan tidak memasukkan 7 buku
kecil (bab). Versi ini selanjutnya dirilis ulang pada tahun 1881 dan
diperbaharui pada tahun 1952 dan 1971. kedua Versi terakhir ini
dinamakan Revised Standard Version (RSV).
Collin yaitu percetakan yang mengeluarkan Revised Standard Version ( RSV ) melaporkan bahwa :
“Meskipun begitu, Versi Raja James memiliki cacatan-cacat yang serius,
dan cacat ini ada terlalu banyak dan terlalu serius sehingga satu
penulisan ulang masih benar-benar diperlukan.”
Pada masa kini terdapat lebih kurang 1.500 naskah Bible pelbagai bahasa,
telah diterjemahkan ke dalam bahasa ibu suatu negara dan ethniknya.
Bagaimana pula jauhnya penyimpangan mengingat keterbatasan kosakata
setiap bahasa? Dan manakah yang bisa dijadikan standar pengajaran?
Umat Kristian sendiri ada yang secara jujur dan arif mengakui bahwa
Injil telah dinodai oleh tangan mereka sendiri. Bagaimanakah umat
Kristian di Indonesia, apakah berani sejujur ini ? :
1. The Bible Society Of Singapore, Malaysia & Brunei 1987 Perjanjian Baharu Berita Baik Untuk Manusia Moden Pendahuluan
“…….Walaupun kandungan kitab-kitab ini berlainan, tetapi diseluruh kitab
ini pokok fikirannya satu. Kesatuannya ialah bahwa kasih Allah telah
dinyatakan kepada manusia dengan perantaraan Yesus Kristus.
“Tiap-tiap kitab didahului oleh pendahuluan, yang menerangkan
pokokfikiran dan garis besar kitab itu. Ayat yang ditandai dengan [
]bererti ayat tersebut tidak terdapat pada naskah perjanjian Baharu yang
tertua dan terbaik.
Contoh ayat yang memiliki tanda [ ] dalam Perjanjian Baru :
1. Matius 6 : 13
… [ Engkaulah raja engkaulah,dan engkaulah yang mempunyai kuasa dan kemuliaan selama-lamanya ]
2. Matius 23 : 14
[ alangkah dasyatnya bagi kamu guru-guru Taurat dan orang Farisi : kamu
munafik! , kamu memperdayakan janda-janda dan merampas rumah-rumah
mereka, lalu berpura-pura berdoa panjang-panjang, sebab itu, hukuman
kamu akan menjadi lebih berat.! ]
3. Markus 7 : 15
[ Sebab itu, jika kamu bertelinga, dengarkanlah! ]
4. Markus 10 : 44 & 46
[ Di sana ulatnya tidak mati-mati dan apinya tidak padam-padam ] 44 [ Di
sana ulatnya tidak mati-mati dan apinya tidak padam-padam ] 46
5. Lukas 17 : 36
[ Dua orang laki-laki yang sedang berada di ladang : seorang akan , seorang lagi ditinggalkan ]
6. Lukas 22 : 19 – 20
” inilah tubuhku [ yang diberikan untuk kamu. Buatlah sedemikian untuk
memperingati aku." ………. "cawan ini ialah perjanjian Allah yang Baharu,
yang dimenteraikan dengan darahku, darah yang ditumpahkan untuk kamu ]
7. Lukas 22 : 43 – 44
[ Seorang malaikat tampak kepadanya dan menguatkannya karena penderitaan
nya lebih tekun lagi dia berdoa, sehingga peluhnya menitik ke tanah
seperti darah. ]
8. Lukas 23 : 17
[ Pada tiap perayaan paskah, Pilatus melepaskan seorang tahanan bagi rakyat ]
Bukti di atas merupakan sebagian saja yang telah ditambah dan berapakah
jumlah ayat yang telah ditambah / dikurangkan sebenarnya? Tidak
diketahui jumlahnya !. Sejarah telah jujur dan nyata membuktikan bahwa
Injil telah mengalami banyak perubahan selama berabad-abad. The Revised
Standard Version 1952 & 1971, The New American Standart Bible dan
The New World Transalation Of The Holly scriptures telah menghapuskan
beberapa ayat dalam The King James Version. Reader’s Digest telah
mengurangi isi kandungan Kitab Perjanjian Lama sebanyak 50 % dan Kitab
Perjanjian Baru sebanyak 25 %.
Persoalan yang timbul di sini ialah :
- Dari mana datangnya ayat di atas ?
- Siapa yang mengarang ayat tersebut ?
- Sebenarnya ayat mana saja yang masih perlu diuji kesahihannya?
“Di antara mereka itu ada satu golongan yang memutar belitkan lidahnya
dengan (membaca) Kitab supaya kamu kira bahwa kitab itu dari Allah
padahal ianya bukanlah dari sisi Allah dan sedang mereka berdusta
terhadap Allah sedang mereka mengetahui….” (Surah 3:78)
Contoh peristiwa besar yang bertentangan dengan akal atau ayat yang saling bertentangan :
1. Nabi Daud berzina dengan istri orang lain
II Samuel 11 : 4-5
“Dan Nabi Daud mengantar para utusan, dan mengambilnya (isteri Uriah);
lalu ia datangi dan tidur bersama maka setelah perempuan itu
membersihkan dirinya, lalu kembali ke rumahnya. Dan wanita itu telah
hamil, lalu mengirim dan memberitahu Daud dan katanya saya bersama
bayi”.
Mungkinkah ini ayat dari Allah? Atau ditulis oleh rasul suci ? pikirkanlah !
2. Nabi Nuh Mabuk dan Bugil
Kejadian 9 : 23 – 24
” Dan Shem dan Japhet mengambil sehelai pakaian, dan meletakan di atas
bahu mereka, dan berjalan undur ke belakang dan menutup tubuh bapanya
yang telanjang dan muka mereka membelakangi bapa mereka agar tidak
melihat tubuh bapa mereka yang bugil itu. Dan Nuh tersadar dari araknya,
dia tahu apa yang telah dilakukan oleh kedua anaknya”.
Apakah Allah mengutus Nabi Nuh yang digambarkan berperilaku seperti itu ?
pikirkanlah ! Mungkinkah ini penyelewengan yang dilakukan Yahudi untuk
menyesatkan kaum kristian?
3. Kematian Yudas Pengkhianat, bandingkan !
Matius 27 : 3 – 5
“… Bila Yudas melihat Yesus telah dijatuhkan hukuman mati, dia menyesal
lalu dia mengembalikan 30 uang perak upahnya kepada imam Yahudi; dan
berkata : Aku telah berdosa mengkhianati orang yang tidak berdosa
sehingga dihukum mati. Yudas melempar uang itu ke dalam bilik sembahyang
, lalu dia menggantungkan diri.
Kisah Para Rasul 1 : 18 – 19
Apa yang terjadi yaitu dengan uang yang diterima Yudas dari perbuatannya
yang jahat itu, dia membeli sebidang tanah. Di situ dia tersungkur
mati. Badannya terbelah dan perutnya terburai. Semua orang yang tinggal
di Yerusalem mendengar kejadian ini.”
4. Misteri Malkisedik
Ibrani 7 : 1 – 3 :
“Adapun Malkisedik itu, yaitu raja di Salem dan Imam Allah Taala, yang
sudah berjumpa dengan Ibrahim tatkala Ibrahim kembali daripada
menewaskan raja-raja lalu diberkatinya Ibrahim.”
“Kepadanya juga Ibrahim sudah memberi bagian sepuluh esa. Makna
Malkisedik itu kalau diterjemahkan, pertama-tama artinya raja keadilan,
kemudian pula raja di Salem, yaitu raja damai.” Yang tiada berbapak dan
tiada beribu, dan tiada bersilsilah dan tiada berawal atau berkesudahan
hidupnya, melainkan ia disamakan dengan Anak Allah, maka kekallah ia
imam selama-lamanya.”
Jelas sekarang, bahwa Malkisedik seorang raja di Salem tanpa bapa dan
ibu, malah tiada silsilahnya. Apakah cerita yang disebutkan dalam Kitab
Injil ini benar ayat dari Allah atau cuma dongeng purba atau dongeng
sebelum bobo buat adik bayi kita supaya tertidur ?
Kalau umat Kristian memuja kehebatan Yesus, memujanya anak tuhan, bahkan
Tuhan itu sendiri, yang tidak berawal serta berakhir, maka kenapa
Malkisedik yang sakti mandraguna ini tidak diangkat sebagai salah satu
cabang Tuhan juga ? mungkin bisa menjadi tokoh ke-4 memainkan peranan
Tuhan.
Yesus ternyata tewas dibanding Malkisedik, Yesus masih dilahirkan oleh
Mariam atas kekuasaan Tuhan Bapa, sementara Malkisedik tidak memiliki
Bapa dan tidak memiliki ibu sama sekali, silsilahnya pun tidak ada.
Jika memang Malkisedik ini kekal. Dimana beliau sekarang berada dan apa
yang tengah ia lakukan? Jadi masih mungkinkah kitab ini dipercaya, atau
yang mempercayainya masih serupa mereka yang mempercayai keris, tanpa
ilmu pengetahuan, hanya kebutaan ?
Mengenai Bible (3)
Kitab Suci / Holy Bible dalam agama kristen itu terbagi dalam dua
bagian, yaitu : Old Testament (Perjanjian Lama) dan New
Testament(Perjanjian Baru). Literatur kristen dalam bahasa Indonesia
memanggil salinan kitab suci itu dengan “Alkitab”.
Biblia, yang merupakan Kitab Suci dalam agama Yahudi, dipanggil oleh
pihak kristen dengan Perjanjian Lama dan merupakan bagian dari kitab
suci agama kristen. Biblia itu terbagi atas tiga bagian : Torah dan
Nebiim dan Kethubiim.
Kitab suci agama Yahudi itu disebut juga „Perjanjian“. Inti isinya
termaktub dalam Sepuluh Perintah (Ten Commadments) seperti termuat dalam
Keluaran (20: 1-12) dan dalam Ulangan (5:1-21), yang merupakan
perjanjian Yahuwa dengan bani Israil.
Sepuluh Perintah itu termuat dalam dua buah Luh, yang dibawa turun oleh
Nabi Musa dari puncak sebuah bukit batu di semenanjung Sinai, yang pada
puncak yang terpandang suci itu Nabi Musa menerimakan perjanjian dari
Allah Maha Kuasa (Yahuwa)
Di dalam hubungan perjanjian Yahuwa dengan bani Israil itu, Kitab Suci
Al-Qur’an dari agama Islam menyebut „Perjanjian“ tersebut dalam berbagai
Surah dengan al-Mitsaq , (Baqarah, 27; Ra’ad, 27; Nisak, 153; Maidah,
15; Baqarah, 63, 84,93; dan berbagai Surah lainnya), yang bermakna:
Perjanjian.
Karena pihak kristen berpendirian bahwa ketetapan yang diberikan Allah
Maha Kuasa kepada Jesus (Isa Al-Masih) itu pun merupakan perjanjian,
maka lahir dua istilah dalam dunia kristen, yaitu : Perjanjian Lama dan
Perjanjian Baru.
Perjanjian Baru / New Testament
Perjanjian Baru merupakan kitab suci yang paling azasi dalam agama
kristen sekalipun dunia kristen itu mengakui kitab suci agama Yahudi
merupakan bagian dari kitab sucinya juga.
Perjanjian Baru itu terbagi atas empat bagian :
1. Gospels (himpunan Injil) terdiri atas empat Injil :
a. Injil Matius, karya Matius.
b. Injil Markus, karya Markus.
c. Injil Lukas, karya Lukas.
d. Injil Yahya, karya Yahya.
2. Acts of Apostles (Kisah Rasul-Rasul) terdiri atas sebuah kitab saja, yang merupakan karya Lukas.
3. Epistles (himpunan Surat) terdiri dari 14 buah Surat Paulus (Rum,
Korintus Pertama, Korintus Kedua, Galatia, Epesus, Pilipi, Kolose,
Tesalonika Pertama. Tesalonika Kedua, Timotius Pertama, Timosius Kedua,
Titus, Pilemon, Ibrani, 1 buah Surat Yakub (James), 2 buah Surat
Peterus, 3 buah Surat Yahya, 1 buah Surat Yahuda.
4. Apocalypse (Wahyu) terdiri’ atas sebuah kitab saja, yang merupakan karya Yahya.
Perbandingan luas isi dari keempat-empat bagian itu, dengan meminjam
Kitab Perjanjian Baru cetakan 1955 yang diterbitkan Gedung Alkitab di
Jakarta, tercatat sebagai berikut :
Injil Matius ———— : 93 halaman
Injil Markus ———– : 60 halaman
Injil Lukas ————- : 97 halaman
Injil Yahya ————- : 74 halaman
Kisah Rasul-Rasul – : 90 halaman
Surat Paulus ——— : 216 halaman
Surat-surat lain —— : 43 halaman
Kitab Wahyu ——— : 45 halaman
jumlah ====== : 718 halaman
Melihat perbandingan luas isi di atas dapat disimpulkan suatu fakta
bahwa himpunan Surat-Surat Paulus itu merupakan bagian yang sangat
dominan di dalam Perjanjian Baru itu.
Synoptic Gospels
Keempat Injil di atas itu adalah tulisan empat tokoh mengenai
peristiwa-peristiwa dalam kehidupan Jesus, semenjak lahir sampai
menjalankan missinya dalam wilayah Galelia (Palestina Utara) dan
terakhir dalam wilayah Judea (Palestina Selatan).
Tiga Injil yang pertama (Matius, Markus, Lukas) itu disebut dengan
Synoptic Gospels, yakni Injil-Injil yang hampir bersamaan isinya.
Sekalipun dijumpai perbedaan-perbedaan kecil di sana sini mengenai
urutan Silsilah, urutan Kejadian, ragam Peristiwa, akan tetapi dalam
rangka keseluruhannya hampir bersamaan.
Kalangan Sarjana-sarjana-Bible (Biblical Scholars), yang melakukan
penelitian secara intensif terhadap satu persatu Injil itu, menyimpulkan
bahwa masing-masing penulis Injil sama-sama memungut dari suatu Sumber
Asal, akan tetapi Sumber-Asal (Q) itu sudah tidak dijumpai kini dan
tidak dikenal sama sekali.
Sebaliknya Injil Yahya mempunyai cara sendiri di dalam mengisahkan
kehidupan beserta missi dari Jesus itu. Baikpun urutan Kejadian maupun
ragam peristiwa agak jauh berbeda dengan 3 Injil yang disebut Synoptic
Gospels itu.
Perbedaan lainnya bahwa 3 lnjil yang pertama itu bercerita dalam bentuk
yang sederhana dan mudah dipahami, akan tetapi Injil Yahya telah
dipenuhi oleh ungkapan-ungkapan filosofis.
Perbedaan lainnya yang sangat tajam sekali ialah mengenai lama missi
yang dijalankan Jesus dalam wilayah Galelia dan wilayah Judea itu. 3
Injil pertama bercerita bahwa Jesus Kristus itu menjalankan missinya
dalam masa satu kali Perayaan Paskah, lalu tertangkap pada masa perayaan
Paskah itu di Jerusalem. Jadi, Jesus menjalankan missinya dalam tempo
lebih kurang satu tahun saja.
Tetapi Injil Yahya bercerita bahwa Jesus Kristus itu menjalankan
missinya dalam masa tiga kali Perayaan Paskah, dan terakhir ditangkap
dalam Perayaan Paskah di Jerusalem. Jadi menurut Yahya, Jesus Kristus
menjalankan missinya dalam tempo 3 tahun, bukan satu tahun seperti
keterangan ketiga Injil yang tergolong Synoptic Gospels itu.
Keempat Injil itu disusun penulisnya di dalam bahasa Greek kuno
(Yunani). Sedangkan Jesus Kristus lahir dan hidup dalam lingkungan
masyarakat Yahudi di Palestina, yang dewasa itu berada di bawah
kekuasaan imperium Roma, dan menjalankan missinya dalam lingkungan
masyarakat Yahudi itu, yang dewasa itu cuma mengenal dan mempergunakan
bahasa Arainik yaitu suatu dialek dari bahasa Ibrani (Yahudi).
Nazarenes dan Christians
Pengikut Jesus yang pertama sekali terdiri atas kelompok-kelompok Yahudi
dalam wilayah Galelia maupun Judea, yang oleh kalangan Sarjana-sarjana
Bible (Biblical Sholan) disebut dengan Early Christians, yakni Orang
kristen yang pertama sekali.
Pada masa hidup Jesus sendiri maupun masa berikutnya belum dikenal
sebutan orang kristen (Christianis). Mereka itu cuma disebut oleh
kalangan lainnya, terutama oleh pihak-pihak yang menantang Jesus, dengan
sebutan Nazarenes. Yakni para pengikut Nazareth. Hal itu disebabkan
Jesus sekalipun dilahirkan di Bethlehem, akan tetapi keluarganya menetap
di kota-kecil Nazareth dalam wilayah Galelia.
Oleh sebab itulah para mukmin pertama itu disebut pihak lawannya dengan
pengikut orang Nazareth atau Nazarenes. Dari sebutan Nazarenes itulah
lahir sebutan Nashara dalam bahasa Arab dan sebutan Nasrani dalam bahasa
Indonesia.
Sedangkan sebutan Christians (Kristen) baru muncul pada masa belakangan,
jauh sepeninggal Jesus. Sebutan itu bermula lahir di kota besar
Antiokia di Syria Utara, sewaktu Barnabas dan Paulus menjalankan
missinya di kota besar itu, yang mempunyai kedudukan sebagai ibukota
imperium Roma untuk wilayah belahan Timur.
Disebabkan Barnabas dan Paulus di dalam missinya tidak henti-hentinya
menyatakan dan menegaskan bahwa Jesus itu adalah Christos (AI-masih)
maka orang sekitarnya memanggilkan mereka itu dengan para pengikut
Kristus (Christians). Dari situlah lahir sebutan Orang kristen di dalam
bahasa Indonesia.
Jesus wafat, menurut A. Powell Davies di dalam The First Christian
cetakan 1957 halaman 13, sekitar tahun 29 Masehi. Pendapat itu
dikukuhkan oleh Hugh J. Schonfield dalam The Authentic New Testament
cetakan 1958 halaman XIV.
Sedangkan peristiwa pada kota-besar Antiokia itu terjadi, menurut Hugh
J. Schonfield, sekitar tahun 46-48 masehi. Jadi Iebih kurang dua puluh
tahun sepeninggal Jesus barulah muncuI sebutan Christians (orang
Kristen).
Early Christians (Kristen Pertama) dan Gentile Christians (Orang Kristen Asing / Berikutnya)
Pada akhirnya pecah sengketa sengit antara Barnabas dengan Paulus pada
kota-kota besar Antiokia itu (Kisah Rasul-Rasul, 15 :39), dan juga
Peteros dengan Paulus pada kota-besar Antiokia itu ia, 2: 11-21 ). Inti
pokok yang menyebabkan sengketa itu tidak pernah dijelaskan di dalam
Kisah Rasul-Rasul, akan tetapi hal itu akan dicoba dijelaskan dalam
uraian berikut.
Karena sengketa sengit itu Paulus bersama Silas meninggalkan kota-besar
Antiokia untuk selama-lamanya (Kisah Rasul-Rasul, 15:40-41) menuju Asia
Kecil dan Makedonia dan semenanjung Achaia (Grik) guna mengembangkan
ajarannya dalam lingkungan orang Grik dan mereka itulah yang disebut
dengan Gentile Christians (Orang kristen Asing).
Sebutan itu lahir dalam dunia kristen untuk membedakan kelompok Pengikut
yang Baru itu dengan Kristen Petama, Early Christians, yakni para
pengikut Jesus Kristus yang mula-mula dalam lingkungan masyarakat Yahudi
di Palestina, yang disebut dengan Nazarenes itu.
Para pengikut yang pertama diyakini telah musnah sebagian besarnya pada
masa pemberontakan total bangsa Yahudi di Palestina terhadap penindasan
imperium Roma, yang berlangsung sepuluh tahun lamanya, yaitu antara
tahun 65 sampai 75 masehi. Legiun X dari pihak Roma melakukan
pembunuhan-pembunuhan massal (massacre) pada perkampungan-perkampungan
Yahudi di seluruh Palestina, kecuali yang sempat melarikan diri ke
lembah Mesopotamia dan Arabia Selatan dan berbagai wilayah lainnya.
Sewaktu Panglima Titus pada tahun 70 masehi berhasil merebut dan
menguasai benteng pertahanan terakhir dari pihak Yahudi, yaitu Kota Suci
Jerusalem, maka berlangsung pembunuhan massal lagi. Panglima Titus
bertindak menghancurkan Bait Allah di atas bukit Zion, yakni Bait Allah
yang terkenal megah dan agung itu, yang pada masa dulu bermula dibangun
oleh Nabi Sulaiman dan dikenal dengan Kuil Sulaiman (Solomon’s Temple).
Panglima Titus mengumumkan wilayah Jerusalem dan sekitarnya dikuasai
kini oleh pihak imperium Roma dan wilayah tersebut diberi nama dengan :
Aeliae Capitolae. Semenjak tahun 70 masehi itu setiap orang Yahudi tidak
di izinkan memasuki wilayah Aelice Capitolae itu.
Semenjak pemberontakan total yang gagal itulah dikenal dalam sejarah
bangsa Yahudi dengan Great Diaspora, yakni masa memencar tanpa tanah
air. Pada masa yang sangat tragis itu diyakini kelompok-kelompok
pengikut Jesus yang pertama-tama (Early Christians) ikut musnah. Kecuali
kelompok kecil yang sempat meliputkan dirinya ke kota Pella di seberang
sungai Jordan, yang pada masa belakangan dikenal dengan sekte Ebionites
yang mempunyai Injil sendiri yang dikenal dalam sejarah dengan Ebionite
Gospel (Injil Ebionites), yang isinya jauh berbeda dengan Injil-Injil
yang menjadi pegangan dunia kristen pada masa berikutnya dan kini.
Karena kelompok yang pertama-tama dapat dikatakan telah musnah pada masa
pemberontakan itu maka berkembanglah kelompok pengikut yang baru,
dibawah ajaran Paulus, yaitu Gentile Christians (Orang Kristen Asing).
Diambil dari http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_gereja